Seminar Ayah Edy, ‘Kiat-kiat menjadi orang tua yang tangguh di era cyber.’

flyer seminarIni kali ke-dua saya ikutan seminarnya Ayah Edy, btw baru tau kalo nama aslinya ayah edy tuh, Edy Wiyono hehehh *gag penting :p .. Anyway temanya sebenarnya bukan tema yang baru .. beberapa kali saya pernah melihat tema serupa di beberapa talkshow TV ..

Seminar dibuka dengan pertanyaan Ayah Edy ke para orang tua, peserta seminar, apakah kapankah anak-anak mulai mengakses gadget, sebagian besar menjawab sejak usia balita sudah mengenal, & sebelum usia SD mayoritas sudah mahir menggunakannya. Kemudian pertanyaan selanjutnya, tentang apa akibat/pengaruh buruknya gadget pada anak. Beberapa jawaban dari peserta seminar antara lain : kecanduan, anak jadi emosional, susah konsentrasi, prestasi sekolah menurun, berkata-kata kasar/mengumpat, meniru adegan kekerasan pada games, napsu makan menurun, lupa waktu, malas merawat diri, ngompol.

Kemudian ayah Edy, bertanya apa kira-kira sisi positifnya, dan beberapa jawaban yang muncul adalah, tidak gaptek, kritis, belajar strategi, kreatif.

Dari jawaban-jawaban itu, ayah Edy tidak menyalahkan atau membenarkan. tapi mengembalikannya lagi ke peserta seminar. Jika dalam Islam sesuatu yang lebih banyak mudharatnya (negatif), dari pada manfaatnya, apa yang harus dilakukan. Dan serempaklah semua peserta seminar, menjawab lebih baik ditinggalkan.

krn mau minta foto sm ayah edy susah, jadi foto2an sendiri aja deh heuehehe

Kemudian ayah Edy memberikan masukannya, bahwa sebenarnya gadget, smartphone, internet dll adalah benda-benda yang ‘netral’, tidak baik atau buruk. Bisa menjadi positif atau negatif tergantung dari siapa yang memakainya. Dan sudah menjadi kewajiban orang tualah untuk mengontrol benda tersebut memberikan pengaruh positif untuk anak-anaknya. Misalnya dengan mengontrol aplikasi, games, konten apa yang ada dalam gadget, membatasi akses untuk menggunakan (mis. hanya boleh kalo libur or weekend), dan menurutnya yang lebih penting adalah mendidik/mengajari anak untuk bisa memprotek dirinya sendiri, bisa mengontrol, & tidak mudah terpengaruh, walaupun ada gadget bertebaran di rumah, tidak ada larangan/ batasan untuk menggunakannya, tetapi anak-anak sudah tau apa yang harus dilakukan, baik & buruknya.

Bagaimana caranya?

Prilaku anak-anak, ditentukan dari 3 hal : orang tua, lingkungan, & guru/sekolah. Disini jelas yang siapa yang menduduki peringkat paling menentukan, maka tidak berlebihan lah jika ada ungkapan ‘rumah adalah sekolah yang pertama & yang utama’. Dalam Islam sendiri juga dikenal ‘al ummu madrosatul ulaa’ yang diartikan secara bebas ibu cerdas menghasilkan generasi yang unggul. Sudah jelas pula disini kita sebagi orang tua wajib menggali ilmu dari mana saja, misalnya membaca buku, seminar, dll .. Ayah Edy juga info tentang program pembagian CD parenting gratis (ada 30 topik parenting hasil rekaman beliau di smart fm talk show) yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Detilnya bisa diliat di FP Komunitas Ayah Edy atau bisa di download gratis di www.ayahedy.tk.

Kembali ke topik mendidik anak di era cyber. Membatasi anak-anak atau bahkan tidak memberikan akses sama sekali pada dunia internet, saat ini adalah sesuatu yang bisa dibilang mustahil. Padahal aneka games dan akses internet bisa menimbulkan akibat yang sangat dahsyat. Kecanduan games atau pornografi, yang bisa merusak otak. Bahkan efek kerusakan otak anak yang kecanduan pornografi jauh lebih parah dari pada efek kecanduan narkoba.

Ayah Edy kemudian menunjukkan sesuatu yang gak pernah saya pikirkan sebelumnya. Meminta para peserta seminar utk googling di smartphone-nya masing-masing. Apa perbedaan jika kita mengetikkan kata-kata berikut di google :

  1. ‘ junior high school kids ‘
  2. ‘ anak smp ‘

Jika kita mengetikkan kata yang pertama, maka yang muncul adalah web/ gambar anak-anak SMP yang manis-manis di luar negeri yang sedang berpose didepan sekolah, atau web/situs tentang sekolah sekolah & berbagai prestasi anak smp.

Sementara kalau kita ketik kata-kata no.2, hasilnya  … web/situs yang berisi layanan prornografi, berita tentang pornografi, begitu pula foto-foto yang muncul mayoritas gambar porno, bisa dibilang tidak ada satupun yang menampilkan tentang sekolah atau prestasi, atau any kind of positive things about anak-anak smp.

Apa artinya ini?? 2 kata yang sama artinya, kok bisa menghasilkan 2 hal yang bagaikan bumi & langit…

Duh miris bgt, padahal kita sebagai orang timur, sering membanggakan diri sebagai masyarakat yang lebih beragama & bermartabat, dari orang-orang bule yang liberal itu ..

Ayah Edy mencurigai bahwa bisa jadi Indonesia dijadikan salah satu sasaran pasar industri pronografi dunia, yang dimulai dari sejak usia sedini mungkin. Mka bayangkan kalau anak-anak kita tanpa sengaja menemukan situs/gambar-gambar porno itu waktu dia ber internet, padahal dia sama sekali tidak mengetikkan kata-kata yg berbau porno, atau bahkan ketika dia sedang mengerjakan tugas sekolah.

Kemudian Ayah Edy sharing beberapa cerita/pengalaman pribadinya dalam mengasuh anak-anaknya di rumah yang berhubungan dengan sex education. Ketika si kecil bertanya ‘dari mana datangnya adek bayi’, hal yang benar adalah memberikan informasi yang benar, bukan berkelit, atau berbohong, mengarang cerita tentang si adek yang memang tiba-tiba ada di perut bunda.

inside tubuhku (2)

salah satu ensiklopedi untuk anak koleksi kami, ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM – EBM, jilid “TUBUHKU’, di bab ini membahas tentang proses terjadinya pembuahan.

Yang dilakukan ayah edy adalah membelikan buku-buku yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia. Dari yang paling sederhana, bergambar ilustrasi/gambar kartun, sampai berkembang menjadi buku-buku ensiklopedi, dan bahkan jurnal kedokteran.Sehingga ketika snak-anaknya melihat sebuah gambar yang paling porno sekalipun, otaknya sudah terlatih untuk berfikir tentang fungsi-fungsi Anatomi&organ tubuh manusia, bukan sesuatu yang bersifat erotis.

Lebih lanjut, mrt ayah edy, manusia dilahirkan sebagai anak-anak yang cenderung berotak kanan (salah satu fungsinya adlh ‘imajinasi’). Kaitannya dengan pendidikan sex, jika seorang anak yg tdk pernah mendapatkan pendidikan seks yg benar, maka ketika ia melihat hal porno utk pertama kalinya, reaksi spontan yg muncul adlh imajinasi erotisme, yg kemudian sangat mungkin berkembang menjadi kecanduan.

maqdis-14

MAQDIS (Mukzizat Al-Qur’an & Hadist), jilid ” Mukjizat Penciptaan Manusia ” —
Penciptaan manusia mulai darisaat berproses sebagai embrio hingga menemui ajal. Diungkap dengan sangat detail dan lengkap. Sebagian proses itu bahkan sebelumnya disalah pahami oleh orang barat. Namun berdasarkan penelitian terbaru, semua petunjuk al qur`an dan hadits berkaitan dengan penciptaan manusia, berisi informasi yang benar dan meyakinkan

Karena itulah org tua wajib memberikan pendidikan seks pada anak sedini mungkin, agar anak terlatih utk bereaksi dgn otak kirimya, melihat sesuatu yang porno  tdk akan menimbulkan reaksi erotisme. Inilah yang membedakan seorang ‘playboy’ dengan ‘dokter kandungan’, walau obyek yang dilihat sama tetapi reaksi yang muncul jelas berbeda.

Semua benda elektronik baik aneka gadget, bahkan yang paling sederhana TV sekalipun, diperlukan pendampingan org tua, untuk membangun ‘self protection’ pada anak, karena sudah pasti kita mustahil untuk bersama anak selama 24 jam. Apalagi ketika anak-anak sudah betanjak remaja, mayoritas sebagian besar waktunya ada diluar rumah. Karena itu ketika anak masih relatif kecil& waktunya sebagian besar madih bersama org ruanya, inilah saat yg tepat untuk membangun pertahanan dirinya terhadap pengaruh buruk lingkungan yang akan dihadapinya kelak. Contoh yang paling sederhana adlh mendampungi anak ketika menonton TV, kemudian mendiskusikan acara yang sedang ditonton, tentang baik buruknya.

Di sesu terakhir, ayah edy memberikan beberapa tips ttg menyelamatkan anak dr penyimpangan prilaku di era cyber:

  • – menyalurksm energi hormon remaja ke aktivitas fisik, mis: olah raga, beladiri
  • – memetakan potensi unggul anak sejak dini
  • – membatasi akses yg berpotensi merusak moral
  • – buat aturan & kesepakatan yg jelas/ tertulis sblm membelikan gadget utk anak
  • – jadikan kita sbg sahabat/teman curhat anak.

Baiklah inilah sedikit yg bisa rangkum dari seminar kemaren, semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Seminar Ayah Edy, ‘Kiat-kiat menjadi orang tua yang tangguh di era cyber.’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s