my happy ville

there always a rainbow after the storm ^^ ..


Tinggalkan komentar

Review SD – School Survey Part III (sekitar Cinere, Meruyung, Sawangan)

563215_10203464724565421_957970094_n

kelas saung & playground/mini outbond

Melanjutkan edisi school survey part I & part II :D , sekarang menginjak season III-nya, moga2 sih yang terakhir nih .. *deep inhale

 

I. SD – SEKOLAH ALAM INDONESIA (SAI), cabang Meruyung.

website : www.sekolahalamindonesia.org (website SAI pusat)

  • Uang pangkal : 8,3 jt
  • SPP : 480.000/bln
  • uang tahunan : 2,2 jt/ th
  • catering : pilihan (tdk wajib), 9000/hari,
  • antar jemput : sudah tersedia (internal sekolah)
  • biaya form pendaftaran : 200 rb
  • biaya sit in (observasi) : 300 rb

** tdk ada uang buku, uang seragam, biaya ekskul dll

1549479_10203464720085309_898712911_n

suasana lingkungan sekolah

SISTEM BELAJAR :

  1. - tes masuk : tidak ada (tidak hrs bisa calistung), tapi yang di tes adlah org tuanya berupa interview utkmencari tau apakah visinya sama dgn SAI.
  2. - kurikulum diknas,dimodifikasi/dikelompokkan dengan tema2 tertentu.
  3. - penekanan pada akhlak, wirausaha/bisnis & leadership skill yang berbasis pada nilai-nilai Islam.
  4. - mayoritas belajar di luar kelas
  5. - kelas2 berbentuk saung, tdk ada meja & kursi (lesehan).
  6. - jam belajar :
  • senin – jum’at : 7.30 – 13.00 (kls 1), 7.30 – 14.00 (kls 2), 7.30 – setelah sholat ashar (kls 4-6)
  • sabtu : libur
  • tidak ada tambahan pelajaran atau ekskul setelah jm belajar.
  1. - jumlah murid per-kelas : 22 anak
  2. - jumlah guru : 2 orang.
  3. - menerima special needs student
  4. - sudah ada POMG yang disebut  ‘ dewan kelas ‘
  5. - sholat dhuha (jm 9.00 pagi) & sholat dhuhur, rutin utk semua kelas
  6. - ada outing per-6 minggu sekali (yang disesuaikan dengan tema)
  7. - market day per-semester (menjual hasil para siswa, misalnya hasil ladang or kerajinan tangan kepada penduduk sekitar).
  8. - tdk ada PR, masih ada ranking.
563215_10203464725005432_689400617_n

ruang perpustakaan sederhana SAI meruyung

Personal Opinion :

PLUS :

SAI ini adalah cabang dari SAI pusat di Ciganjur yang sudah sangat terkenal itu, dari bbrp testimoni yang saya temukan di google, kalau yang SAI pusat daftar untuk ambil formulir aja sampai ngantri dari subuh.

Petugas yang melayani/ memberikan informasi sangat ramah dan ‘welcome’, semua pertanyaan di jawab dengan cukup memuaskan, saya cukup terkesanlah karena dari info nya sendiri sekolah ini mengedepankan akhlak sebelum koqnitif skill, berarti memang sudah benar2 diterapkan, tidak hanya slogan2 belaka.

Sekolah yang secara fisik sangat sederhana ini memang terkesan humble, tidak angkuh. Guru-guru yang gak sengaja berpapasan waktu saya keliling melihat-lihat, selalu tersenyum dan siap menjawab pertanyaan kalo ditanya-tanya.

MINUS :

Menurut saya, sekolahnya terlalu ‘seadanya’. Fasilitas sekolah, masih sangat minim, tidak ada lab apapun, bahkan komputer juga belum ada, fasilitas perpustakaan masih sangat sederhana, hanya ada beberapa buku bacaan yg di tata di rak sederhana di ruang kantor administrasi. kebersihan & kerapihan juga kurang. Kalau dibandingkan dengan SOU sekolah alam yang saya survey sebelumnya, masih kalah jauh, disana fasilitas nya sudah lumayan banget, selain perpus & lab komputer, bahkan juga punya masjid sendiri. Mungkin SAI meruyung ini selain terbilang masih baru (blum ada 2 th umurnya), biaya sekolahnya kalo dibandingkan dengan sekolah lain yg saya survey masih terbilang cukup terjangkau (dibawah 10 jt).

 

II. SD – LAZUARDI GLOBAL ISLAMIC SCHOOL , Cinere

suasana gedung SD

suasana gedung SD

website : www.lazuardi-gis.net

  • uang pangkal : 22.5 jt
  • SPP : 1.560 jt/ bln
  • uang tahunan : 6.8 jt/ th
  • catering : pilihan (tdk wajib) 10.000/hari
  • antar jemput : sudah tersedia (internal sekolah)

** biaya tsb belum termasuk uang buku.

SISTEM BELAJAR :

  1. - tdk ada tes masuk
  2. - kurikulum : diknas & cambridge
  3. - bahasa pengantar : bilingual, full english (utk math, science, english)
  4. - tambahan muatan lokal Islam yg menekankan pada akhlak, & mengaji/hapalan surat, rutin tiap hari.
  5. - shalat dhuhur berjamaah rutin
  6. - jumlah murid per kelas : 27 anak
  7. - jumlah guru : 2 org/kls
  8. - jam belajar : 7.30 – 13.30 (sdh termasuk ekskul)
  9. - suasana kelas SD : meja2 melingkar/ berkelompok & carpet time
  10. - menerima special needs student
  11. - ada tes sertifikat cambridge (int. cambridge exam) bagi yg berminat, utk kelas 5 keatas.
  12. - tdk ada ranking, tdk ada PR (jika ada PR biasanya yg bersifat project yg dikerjakan bersama org tua)
  13. - POMG sudah ada  disebut ‘komite sekolah’, pertemuan rutin setiap penerimaan rapot, & jika dibutuhkan (ada case2 tertentu)
  14. - ada beasiswa prestasi, berupa keringanan uang masuk jika meneruskan lagi ke jenjang sekolah berikutnya.
kelas2 yg dinamai dengan nama2 para tokoh & playground di halaman ged. SD

kelas2 yg dinamai dengan nama2 para tokoh
& playground di halaman ged. SD

Personal Opinion :

PLUS :

  • Lazuardi GIS seperti sekolah2 berkurikulum internasional lainnya, biayanya tentu relatif lebih tinggi dari sekolah2 nasional saja. Dan seperti sudah di duga, fasilitasnyapun sudah lengkap, dari aneka lab, perpustakaan yang cukup besar, masjid dan sarana penunjang kegiatan ekskul, seperti lapangan olah raga, kolam renang, ruang musik.
  • Masing-masing jenjang pendidikan (PG-TK, SD, SMP, SMK), punya gedung sendiri2, yang letaknya terpisah tapi jaraknya tidak jauh.
  • Di jam-jam istirahat, mrt info petugas yg melayani, ada guru pengawas.
  • Suasana lingkungan cukup rindang & asri, walau kerapihannya gak sempurna banget.
  • Walau ini bukan sekolah alam, tapi juga disediakan sarana penunjang kegiatan belajar yg bertema ‘nature’, seperti minifarm, minizoo,  mini fishery.
  • Sudah menerapkan metode2 pengajaran baru, seperti active learning & multiple intelligent
  • Hal unik yg menarik perhatian saya, yg gak sy temui di sekolah2 lain, di luar gedung di pasang speaker2 (pengeras suara) yang memutar lagu2 klasik semacam mozart.  Dimana sebagian kalangan percaya kalo mendengarkan musik klasik bisa meningkatkan kecerdasan/ perkembangan otak anak.
suasana dalam kelas SD

suasana dalam kelas SD

MINUS :

  • Petugas yang melayani, agak mengecewakan, jutek & kurang ramah. Menjawab pendek2 pertanyaan2 yg diajukan. Agak ironis sih, sementara dia bilang kalo sekolah ini mengedapankan pendidikan akhlak dulu sebelum pendidikan akademik.  :( , berusaha utk gak suudzon sih mungkin dia mmg bukan petugas yg di khususkan utk melayani tamu/ semacam marketing, bisa jadi cm bag. admin saja, atau bisa jadi udah kebanyakan orang yg survey, mengingat ini adlh salah satu sekolah yg lumayan terkenal di depok, jd bisa jadi dia sdh menjelaskan berkali2 & agak bete. Tapi terakhirnya sih dia keliatan sedikit lebih ramah, terutama waktu mengantarkan kami berkeliling melihat2 fasilitas sekolah.
  • Gedung sekolah agak susah aksesnya, krn masuk ke area perumahan warga, di sebelah sekolah persis juga ada sutet, bangunan gedungnya terlihat sudah agak tua. Taman di sekitar area sekolah keliatan kurang perawatan.
  • Jumlah murid per-kelas mrt saya kebanyakan, idealnya max 25 anak, apalagi mengingat ini sekolah berbiaya mahal.

 

dd1

loker & susana di luar kelas

III. SD – SEKOLAH ISLAM DIAN DIDAKTIKA, Cinere 

website : http://www.diandidaktika.sch.id/

  • Uang pangkal : 24.5 juta (uang pangkal, uang gedung, seragam 6 stel, buku paket+tulis, uang tahunan, uang komputer spp 1bln)
  • SPP : 1 juta
  • uang tahunan : 1,2 jt
  • uang komputer (per-th) : 350.000
  • uang ekskul : 500.000/ semester
  • biaya form pendaftaran & psikotest : 275.000
  • ada fasilitas antar jemput internal sekolah

SISTEM BELAJAR :

suasana ruang kelas & perpustakaan

suasana ruang kelas & perpustakaan

1. persyaratan masuk : tes calistung & ijasah TK

2. kurikulum : diknas

3. bahasa pengantar : Indonesia

4. jam masuk :

- senin – kamis : 7.00 – 13.00

- jum’at : 7.00 – 16.00

5. jumlah murid per kelas : 30 orang (ada 3 kelas)

6. jumlah guru per kelas : 2 orang

7. kegiatan wajib : pramuka seminggu sekali, di hari kamis pagi.

5. tidak ada PR

 

ruang UKS

ruang UKS

** Karena saya gak ikutan survey ke sekolah ini, jadi saya gak bisa personal review. So data2 diatas saya dapat dari  survey yg dilakukan sama ibu-ibu TKnya mas abie. Dari cerita -ceritanya, secara fisik bangunan, sekolahnya bersih & terawat, tapi parkiran agak susah. Kalo ngeliat dari segi biayanya menurut saya sekolah ini kemahalan, karena kalo dibandingkan dengan sekolah2 lain yg  kita survey sebelomnya,  biaya masuk yg 20 jutaan minimal sekolahnya udh bilingual, or pake kurikulum internasional.


Tinggalkan komentar

WEBMINAR HOME SCHOOLING PAUD (part II), by Rumah Inspirasi (TENTANG IDE DASAR & GAGASAN)

Lanjutan dari PART I ..

Bagian II, kali ini membahas tentang bagaimana/kapan waktu yang baik utk mengajarkan hal-hal yang sersifat akademis misalanya calistung dan bahasa asing.

VI.  KAPAN MENGAJARKAN CALISTUNG

Untuk anak usia dini yang lebih pentinga adalah bukan langsung mengajarkan ‘skill’ nya tetapi lebih kepada persiapannya.

Ada 2 pandangan/ aliran pemikian,

  1. Menyarankan utk menunda, hingga anak siap, ditandai dengan kesiapan fisiknya (otaknya) di usia 7-8 th. Karena pada usia inilah, jarinagn otak kiri- & otak kanannya baru mulai tersambung. Otak kanan pada anak tumbuh lebih dulu drpd otak kiri. Oatak akanan adalah otak yg digunakan utk proses visual. Sementara kegiatan membaca sebenarnya lebih banyak memerlukan/mengguanak otak kiri. Nah, utk anak-anak yg belajar membaca terlalu cepat, akan terbiasa menggunakan otak kanannya, tidak menggunakan logika (sebagai fungsi dr otak kiri), tetapi anak akan melihat huruf sebagai kumpulan ‘image’ (gambar), yg dikenali gambarnya/bentuknya, tetapi tidak/belum sampai dimengerti hubungan antar hurufnya. Mengapa karena mmg dr sisi perkembangan otaknya belum samapai kesana. Sebagian ahli mengkawatirkan bahwa, ketika anak besar kelak, dia tidak terlatih untuk membaca teks-teks yang kompleks/ rumit, padat, banyak, membaca dgn otak kanan akan terasa melelahkan.
  2. Pendapat yang kedua adalah, yang penting adalah anak suka atau menginginkannya. Karena jika anak suka/gembira, maka akan memicu terbukanya  syaraf otak/berkembang, krn anak melakukannya dengan gembira.

Kedua sudut pandang ini sepakat, bahwa belajar membaca TIDAK BOLEH DIPAKSAKAN, kalau memang belum siap proses ini justru akan MERUSAK proses mempelajari ketrampilan tsb.

Sebuah penelitian di New Zealand, meneliti anak-anak di usia 12 th yang diuji kemampuan literasinya (membaca, spelling, pemahaman terhadap bacaan). Anak anak dibagi dalam 2 kelompok. Anak yg belajar membaca di usia dini, & anak-anak yg belajar membaca di usia 7 th, ternyata kedua kelompok anak ini memiliki score yang sama.

VII.  TENTANG PELAJARAN BAHASA ASING

Fungsi bahasa adalah alat komunikasi, jadi yang penting utk dibangun adalah, kemampuan utk mengungkapkan perasaannya. Oleh karena itu lingkungan mememgang peranan yang sangat penting. Mempelajari bahasa yang paling efektif adalah berlangsung secara alami., maka jika ingin mengajarkan bahasa asing tools nya adalah keseharian. Apa yang dilihat anak, sering di dengar anak, anak sering terlibat, maka pengajaran bahasa asing akan lebih efektif.

VIII.  TENTANG ORANG TUA BEKERJA, APAKAH BISA HOME SCHOOLING

Yang paling tau, apakah kita bisa melakukan HS sebenarnya adalah kita sendiri. Jika sebagai orang tua bekerja, dirasa tidak memungkinkan untuk melakukan HS secara penuh, maka paling tidak kita bisa mengambil nilai-nilai & konsepnya. Karena senarnya hal yang paling mendasar dari HS adalah QUALITY TIME. Sepulang kantor sempatkan utk masih bisa berkegiatan bersama anak, dengan gembira, minimal bercanda & bermain bersama. Karena bagi anak-anak hal yang paling berharga adalh waktu kita orang tuanya, bukan mainan, harta dll.

Yak, demikianlah materi yang saya dapat dari webminar Home Schooling yang baru pertama kalinya saya ikuti ini. Banyak ilmu baru yang Insya Allah bermanfaat terutama dalam proses pengasuhan anak-anak saya.

Terus terang yang, beberapa hal yang membuat saya terkejut, salah satunya adalah masalah ‘sosialisasi’. Mungkin seperti kebanyakan orang tua, selama ini pengertian sosialisasi bagi saya, adalah bergaul dengan teman sebaya sedini mungkin. Anak pertama saya Abi (sekarang 5 tahun), sudah mulai bersekolah sejak umur 14 bulan, di sekolah bayi & balita di sebuah mal terkenal di daerah depok tempat tinggal kami. Salah satu alasan menyekolahkan abi ketika itu, ya karena saya percaya untuk melatih sosialisasinya, apalagi mengingat saya & suami bukan termasuk orang yang talkative, alias pemalu or pendiam, jadi tentunya saya menginginkan anak menjadi lebih supel & banyak teman dalam pergaulan nantinya. So, ilmu tentang ‘sosialisasi’ ini benar-benar merupakan hal yang baru bagi saya.

Sebelum mulai mencari tau & membaca-baca tentang home schooling, sebenernya saya sudah punya gagasan kalau nanti untuk anak kedua kami, yang sekarang masih di perut :D .. tidak perlu sekolah sedini kakaknya. Alasan utamanya sebenrnya karn masalah biaya heheh .. karna kalo dihitung-hitung biaya pendidikan si kakak sampai saat ini yang bahkan belum sekolah beneran (artinya belm juga SD), sudah lumayan menguras kantong, krn selain sekolah juga ada les-les lain, yaitu les renang, les musik, & les mengaji. Saya sudah bisa membayangkan kalo nanti berdua adeknya gaya hidupnya masih sama, sekolah & les2nya banyak,  hmm pasti akan kerasa berat banget .. karna itu sejak beberapa tahun terkahir ini saya mengumpulkan materi bahan ajar yang didapat abi di sekolahnya, supaya nanti paling tidak ada ide or gambaran harus ngajarin apa ke adeknya.

Dan setelah baca-baca mengenai home schooling, apalagi setelah ikut webminar ini, saya semakin yakin kalau segala macam lembaga eksternal untuk mendidik anak di luar rumah itu sebnarnya tidak perlu/ tidak penting-penting amat. Karena HS terutama utk usia dini ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Kalaupun nanti si adek tidak sekolah TK pun (apalagi sekolah bayi & preschool) insya Allah saya akan berusaha untuk siap. Tapi untuk kegiatan kursus yg sifatnya ketrampilan spesifik seperti les renang & musik, saya masih merasa cukup berguna krn kami orang tuanya sendiri tidak punya ketrampilan tersebut, tapi saya setuju kalau semua kursus harus didasari oleh rasa happy.

Minggu depan, materi akan dilanjutkan untuk hal-hal teknisnya. Apa yang bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, kurilulumnya dll .. Can’t wait for next season ^^ ..


Tinggalkan komentar

WEBMINAR HOME SCHOOLING ANAK USIA DINI (part I), by Rumah Inspirasi (TENTANG IDE DASAR & GAGASAN)

1622003_518244888288646_1943954303_nBerawal dari join fanpage nya Komunitas Ayah Edy , saya terbawa ke Rumah Inspirasi, salah satu komunitas Home Scooling yang ada di Indonesia. samapai saat ini sih belum ada kepikiran untuk meng-HS kan anak, tapi ada ketertarikan untuk belajar & mencari tau, paling gak untuk mengambil nila-nilai nya, walaupun nanti misalnya anak-anak saya tetap bersekolah di sekolah formal.

Di bulan Maret – April ini, Rumah Inspirasi mengadakan webminar (seminar online) tentang Home Schooling pada anak usi dini. Sesi pertama di hari Rabu, tgl 12 maret 2014 kemarin. dan inilah beberapa materi yang saya rangkum.

431003_186542104792261_1093558708_nGAGASAN DASAR GERAKAN HOME SCHOOLING DI AMERIKA :

Kalau anak-anak terlalu cepat dilepaskan dari lingkungan keluarag & dititipkan di lembaga eksternal (sekolah) utk proses pendidikannya, & materi-maetri akademis terlalu cepat diberikan, maka ada biaya yg hrs dibayar dari proses itu… pada satu sisi bisa jadi terjadi percepatan dalam hal intelektualitas anak, tapi di sisi lain hal yg hrs diwaspadai adalah sisi psikologis anak.

Mrt Dr. Raymond Moore,

jika anak terlalu cepat dilepaskan dari ikatan rumah/keluarga/kasih sayang org tua, ada sebuah bom waktu psikologis, yang baru keliatan ketika anak usia remaja. Anak yg tidak merasa cukup/merasa puas dengan kasih sayang orang tuanya, maka di kemudian hari anak akan lebih rentan thd pengaruh eksternal, baik itu bullying, narkoba dll.

Oleh karena itu utk masalah2 akademis, HARUS mengunggu kesiapan anak, & LEBIH ABIK TERLAMBAT DARIPADA TERLALU CEPAT.

  • KALAU TERLAMBAT, kemapuan akademis BISA dikejar
  • KALAU TERLALU CEPAT, justru akan berpengaruh buruk, pada aspek psikologis anak.

--> Anak2 utk proses belajar yg sifatnya akademis (calistung), membutuhkan kesiapan fisik, & kesiapan otak

Gagasan dasar dari Home Schooling Usia Dini adalah, proses pengasuhan (PARENTING) yang baik, BUKAN hal-hal yg bersifat akademis. Bukan utk mencetak anak2 yg juara lomba2, punya berbagai macam keahlian/ketrampilan yg sifatnya kompetisi dll. Tujuannya adalah utk menyiapkan sebuah rentang pertumbuhan anak jangka panjang.

Yang disebut dengan ‘Golden Age’, masa-masa keemasan usia 0-5 tahun, dimana anak-anak bertumbuh secara luar biasa, disaat otak anak sedang berkembang dengan pesatnya, maka sebenaranya yang perlu dilakukan bukan menggunakan masa ini untuk melakukan hal-hal yang sifatnya akademis.

    I.            MANFAAT HOME SCHOOLING USIA DINI

Yang pasti karena, orang tua terlibat penuh & bisa memantau secara langsung perkembangan anak, perhatian org tua pasti jauh lebih baik dari lembaga eksternal apapun, sekolah,  asisten dll.

Ketika anak di asuh sendiri oleh orang tuanya, kita bisa menyiapkan sebuah fondasi jangka panjang, baik dari sisi fisik/kesehatan, maupun dari segi psikis.

Ketika anak terbiasa untuk berbicara apa saja/berpendapat, pendapatnya didengar oleh orang tuanya, terbiasa bernegosiasi, tapi bersamaan anak juga belajar untuk bisa mengontrol keinginannya .. semua  proses yang dijalani ini membuat anak bertumbuh kuat, ketika ia sudah masuk usia sekolah dia sudah lebih siap.

Dalam HS usia dini, adalah kesempatan yang baik untuk mencoba, apakah kita orang tua bisa berkomitmen, bisa mempraktekkan apa yang kita anggap ideal, orang tua & anak bisa merasa nyaman , menikmati satu sama lain. Di masa inilah kita bisa menguji, mencari pola yang paling sesuai untuk anak. Dan ketika anak menginjak usia sekolahh (6-7th), kita bisa memutuskan & mengevaluasi apakah, akan tetap meilanjutkan HS atau beralih ke sekolah formal.

Salah satu kekawatiran anak-anak HS, adalah masalah akademik, soal ijazah dll, tapi untuk ank usia dini kekawatiran seperti ini bisa dikatakan tidak ada.

II.        DUA HAL YANG MENJADI KEKAWATIRAN ORANG TUA UNTUK ANAK HS (USIA DINI)

  1. Ijazah TK
  2. Kemampuan CALISTUNG
  • Dalam undang-undang SISDIKNAS, sebenarnya di katakana bahwa masuk SD, TIDAK BOLEH mensyaratakan ijazah TK/PAUD. A
  • Anak SD syaratnya hanyalah USIA
  • PP NO. 17/2010 PASAL 69 (5), Disebutkan bahwa tidak didasarkan oleh kemampuan calistung, atau tes yang lain.
  • Jadi sebnarnya sudah jelas, jika ada sekolah-sekolah yang mensyaratkan adanya ijasah TK dan tes calistung, sekolah tersebut melanggar undang-undang.

III.    TANTANGAN HOME SHOOLING BAGI ORANG TUA.

  • Mengembalikan kepercayaan diri kita orang tua, bagaimana mendidik anak-anak kita, merasa tidak percaya diri untuk menjadi orang tua yang terbaik. –> Padahal sebenarnya kita semua punya potensi untuk itu, karna sebenarnya kita punya modal besar yaitu cinta, kasih saying, perhatian. Kesediaan kita belajar & berkorban.
  • Tantangan yang kedua adalah, ketrampilan pengasuhan. Karena kita sebagai ornga tua tidak pernah belajar secara khusus ilmu parenting sebelum menjadi org tua. –> Kita bisa belajar belajar dari banyak materi yg bisa kita dapatkan dari buku-buku parenting, internet dll, yg bisa meningkatkan kapasitas kita dalam pola pengasuhan anak. Misalnya belajar/bergabung dengan berbagai komunitas parenting, seperti AIMI, Gerakan Ibu Profesional dll, yang bisa kita temui saat ini dengan mudah.
  • Manajemen keseharian, krn sudah sibuk dengan kegiatan rumah tangga, terutama untuk ibu rmh tangga, memasak, mencuci, dll ..sekarang mau ditambah lagi dengan urusan pendidikan anak-anak.  Mba Lala, sebagai salah satu penggagas Rumah Inspirasi, mempunyai 3 anak, di rumah yang luamayan besar & tanpa pembantu. Justru dengan tdk adanya ART keluarga mba Lala memilih utk melihatnya sebagai berkah,  sebagai wadah untuk proses belajar bagi anak-anak, anak belajar untuk terlibat, bekerja bersama & saling menolong, dalam proses keseharian.
  • Tantangan Lingkungan, pertanyaan-pertanyaan orang-orang tentang bagaimana sosialisasinya, masa depannya dll.
  • Kesibukan orang tua, kesibukan ibu rumah tangga, ayah yg bekerja atau bahkan ibu juga bekerja. –> Yang perlu diingat adalah ide dasar dari HS, adalah QUALITY TIME, waktu yang berkualitas. Misalnya ketika bersama anak, jangan hanya hadir secara fisik tetapi benar-benar BERSAMA, minimal lepaskan gadget ketika berinteraksi dengan anak.

IV. MENYEDERHANAKAN HOME SCHOOLING

Begitu banyaknya gagasan dalam bagaimana mendidik anak di usia dini, begitu banyak kurikulum  preschool, maka dalam HS yang paling penting adalah MENYEDERHANAKAN proses parenting & gagasan2, yang ada di dalam keseharian bersama dengan anak.

Apakah ‘menyederhanakan’  yang dimaksud? Inilah hal-hal yang paling penting dalam proses HS anak usia dini.

-          Yang penting  Anak sehat

-          Yang penting  Anak bahagia

-          Yang penting  Anak siap menjelajah dunia

  • ANAK SEHAT : dibangun secara fisik, makanan sehat, pola tidur, kegiatan fisik yang beragam, tidak hanya di depan TV, misalnya setiap pagi berkomitmen untuk jalan pagi bersama, olah raga ringan.
  • ANAK BAHAGIA : dalam buku “Brain Rules for Baby” by, John Medina, menyebutkan bahwa sebenarnya otak bayi itu hanya akan bisa belajar jika ia merasa ‘AMAN’. Ketika anak masih bayi, ketika anak masih sedang bertumbuh jaringan syarafnya, maka hal pertama yang tumbuh dalam jaringan otaknya adalah ‘otak batang’ atau biasa disebut ‘otak reptil’. Bagian otak ini adalah otak yang mengendalikan ‘survival’, nilai-nilainya adalh ‘keamanan’, oleh krn itu penting bagi para org tua, utk membuat kenyamanan anak sebagai hal yg paling mendasar. Anak tidak akan tumbuh dengan optimal perkembangan otaknya kalau dia tidak merasa ‘aman’. Misalnya, ketika masih bayi, kita tidak berbicara keras-keras/teriak, segera merespon jika ia menangis, pastikan kita selalu ada memberikan rasa aman & nyaman bagi anak, memberikan kata-kata baik & menyenangkan. Anak yang merasa tenang & nyaman, maka dia akan bertumbuh. Ketika ia melakukan kesalahan & tidakcepat-cepat dimarahi, maka itu akan membuat anak bernai mencoba, berani melakukan hal-hal yg kreatif, tumbuh inisiatifnya dll.

Hal sederhana lain yang bisa dilakukan untuk membuat anak bahagia, adalah kita perlu berhati-hati dalam berinvestasi dengan banyaknya ragam bahan-bahan/materi edukasi yang saat ini banyak sekali di pasaran. 

Misalnya, jika kita membeli sebuah produk edukasi yang berharga mahal, & ternyata ketika anak-anak tidak menyukainya, maka kita sbg org tua mudah utk terpancing emosi. Maka disini mulai ada pergeseran pertimbangan,bukan lagi untuk/demi anak tetapi demi kita org tuanya yg  merasa sayangnya krn sudah menengeluarkan uang/investasi yg besar.

Itu sebabnya kita perlu berhati-hati dalam berinvestasi, krn yang terpenting adalah anak-anak meyukainya. Sebenarnya bagi anak-anak mainan yang paling penting & menyenangkan adalah orang tuanya,bapak ibunya,  bermain, bercanda, berguling-guling, berlari-lari bersama orang tuanya membuat anak-anak tumbuh optimal, baik fisik maupun psikisnya.

V. PERTANYAAN TENTANG SOSIALISASI

Bagaimana mengajarkan sosialisasi pada anak-anak HS.

  • -          Apakah anak HS terkurung dlm rumah, sehingga membuat jadi kuper. àAnak HS seperti layaknya anak-anak yang lain, mereka tetap diekspos untuk bermain, tetapi yang membedakan adalah bermain seperti apa.
  • -          Apakah sih sebenernya ‘sosialisasi’ itu, apa yang dibutuhkan atau yang menjadi tujuan dari sosialisasi

-           Sosialisasi ditujukan untuk penanaman nilai/value, tentang kejujuran , kebenaran, etika dll .. dari mana anak menyerap nilai-nilai tersebut , pertanyaannya adalah mana yg lebih baik, anak menyerap nilai-nilai itu dari keluarga/orang tua atau dari teman sebaya. Jawabannya pasti kita lebih memilih dari orang tua.

-          Yang kedua yang menjadi tujuan dari sosialisi adalah, membangun ketrampilan social, dalam hal ini ketrampilan berkomunikasi, berbicara, mengutarakan pendapat, bertanya, merespon orang lain, berkelompok, bagaimana memilih kata-kata yg tepat dalam berkomunikasi. Nah,  seperti juga diatas, mana yang lebih baik untuk mempelajari itu semua, dari teman sebaya atau dari keluarga.

-          Pergaulan teman sebaya, apakah ini dibutuhkan? Jawabannya ‘YA’. Tetapi sebenarnya kebutuhannya tidak seperti yang kita anggap selama ini.

Bahkan mrt seorang pakar,mengungkapkan pendapatnya yang mungkin dirasa sedikit ekstrim,   Dr. Raymond Moore,

“ gagasan bahwa anak-anak perlu ada bersama anak-anak seumur ketika mereka masih kecil (bayi, toddler, balita), adlah sebuah mitos yang berbahaya. Karena pada kenyataan bukan seperti itu kebutuhan anak-anak. Ketika anak-anak merasa mapan secara value, terbangun ketrampilan sosialnya bersama org tua, maka ketika pada masanya ia mulai ‘keluar’, mulai menjelajah dunia, maka anak-anak ini menjadi ‘lebih siap’, mengapa? Karena bekal valuenya sudah siap, anak sudah merasa nyaman & aman, dia sudah punya ‘home’, tempat dia kembali, tempat dia merasa aman, maka dunia luar itu adalh utk bersenang-senang.”

lanjut ke PART II


Tinggalkan komentar

Seminar Ayah Edy, ‘Kiat-kiat menjadi orang tua yang tangguh di era cyber.’

flyer seminarIni kali ke-dua saya ikutan seminarnya Ayah Edy, btw baru tau kalo nama aslinya ayah edy tuh, Edy Wiyono hehehh *gag penting :p .. Anyway temanya sebenarnya bukan tema yang baru .. beberapa kali saya pernah melihat tema serupa di beberapa talkshow TV ..

Seminar dibuka dengan pertanyaan Ayah Edy ke para orang tua, peserta seminar, apakah kapankah anak-anak mulai mengakses gadget, sebagian besar menjawab sejak usia balita sudah mengenal, & sebelum usia SD mayoritas sudah mahir menggunakannya. Kemudian pertanyaan selanjutnya, tentang apa akibat/pengaruh buruknya gadget pada anak. Beberapa jawaban dari peserta seminar antara lain : kecanduan, anak jadi emosional, susah konsentrasi, prestasi sekolah menurun, berkata-kata kasar/mengumpat, meniru adegan kekerasan pada games, napsu makan menurun, lupa waktu, malas merawat diri, ngompol.

Kemudian ayah Edy, bertanya apa kira-kira sisi positifnya, dan beberapa jawaban yang muncul adalah, tidak gaptek, kritis, belajar strategi, kreatif.

Dari jawaban-jawaban itu, ayah Edy tidak menyalahkan atau membenarkan. tapi mengembalikannya lagi ke peserta seminar. Jika dalam Islam sesuatu yang lebih banyak mudharatnya (negatif), dari pada manfaatnya, apa yang harus dilakukan. Dan serempaklah semua peserta seminar, menjawab lebih baik ditinggalkan.

krn mau minta foto sm ayah edy susah, jadi foto2an sendiri aja deh heuehehe

Kemudian ayah Edy memberikan masukannya, bahwa sebenarnya gadget, smartphone, internet dll adalah benda-benda yang ‘netral’, tidak baik atau buruk. Bisa menjadi positif atau negatif tergantung dari siapa yang memakainya. Dan sudah menjadi kewajiban orang tualah untuk mengontrol benda tersebut memberikan pengaruh positif untuk anak-anaknya. Misalnya dengan mengontrol aplikasi, games, konten apa yang ada dalam gadget, membatasi akses untuk menggunakan (mis. hanya boleh kalo libur or weekend), dan menurutnya yang lebih penting adalah mendidik/mengajari anak untuk bisa memprotek dirinya sendiri, bisa mengontrol, & tidak mudah terpengaruh, walaupun ada gadget bertebaran di rumah, tidak ada larangan/ batasan untuk menggunakannya, tetapi anak-anak sudah tau apa yang harus dilakukan, baik & buruknya.

Bagaimana caranya?

Prilaku anak-anak, ditentukan dari 3 hal : orang tua, lingkungan, & guru/sekolah. Disini jelas yang siapa yang menduduki peringkat paling menentukan, maka tidak berlebihan lah jika ada ungkapan ‘rumah adalah sekolah yang pertama & yang utama’. Dalam Islam sendiri juga dikenal ‘al ummu madrosatul ulaa’ yang diartikan secara bebas ibu cerdas menghasilkan generasi yang unggul. Sudah jelas pula disini kita sebagi orang tua wajib menggali ilmu dari mana saja, misalnya membaca buku, seminar, dll .. Ayah Edy juga info tentang program pembagian CD parenting gratis (ada 30 topik parenting hasil rekaman beliau di smart fm talk show) yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Detilnya bisa diliat di FP Komunitas Ayah Edy atau bisa di download gratis di www.ayahedy.tk.

Kembali ke topik mendidik anak di era cyber. Membatasi anak-anak atau bahkan tidak memberikan akses sama sekali pada dunia internet, saat ini adalah sesuatu yang bisa dibilang mustahil. Padahal aneka games dan akses internet bisa menimbulkan akibat yang sangat dahsyat. Kecanduan games atau pornografi, yang bisa merusak otak. Bahkan efek kerusakan otak anak yang kecanduan pornografi jauh lebih parah dari pada efek kecanduan narkoba.

Ayah Edy kemudian menunjukkan sesuatu yang gak pernah saya pikirkan sebelumnya. Meminta para peserta seminar utk googling di smartphone-nya masing-masing. Apa perbedaan jika kita mengetikkan kata-kata berikut di google :

  1. ‘ junior high school kids ‘
  2. ‘ anak smp ‘

Jika kita mengetikkan kata yang pertama, maka yang muncul adalah web/ gambar anak-anak SMP yang manis-manis di luar negeri yang sedang berpose didepan sekolah, atau web/situs tentang sekolah sekolah & berbagai prestasi anak smp.

Sementara kalau kita ketik kata-kata no.2, hasilnya  … web/situs yang berisi layanan prornografi, berita tentang pornografi, begitu pula foto-foto yang muncul mayoritas gambar porno, bisa dibilang tidak ada satupun yang menampilkan tentang sekolah atau prestasi, atau any kind of positive things about anak-anak smp.

Apa artinya ini?? 2 kata yang sama artinya, kok bisa menghasilkan 2 hal yang bagaikan bumi & langit…

Duh miris bgt, padahal kita sebagai orang timur, sering membanggakan diri sebagai masyarakat yang lebih beragama & bermartabat, dari orang-orang bule yang liberal itu ..

Ayah Edy mencurigai bahwa bisa jadi Indonesia dijadikan salah satu sasaran pasar industri pronografi dunia, yang dimulai dari sejak usia sedini mungkin. Mka bayangkan kalau anak-anak kita tanpa sengaja menemukan situs/gambar-gambar porno itu waktu dia ber internet, padahal dia sama sekali tidak mengetikkan kata-kata yg berbau porno, atau bahkan ketika dia sedang mengerjakan tugas sekolah.

Kemudian Ayah Edy sharing beberapa cerita/pengalaman pribadinya dalam mengasuh anak-anaknya di rumah yang berhubungan dengan sex education. Ketika si kecil bertanya ‘dari mana datangnya adek bayi’, hal yang benar adalah memberikan informasi yang benar, bukan berkelit, atau berbohong, mengarang cerita tentang si adek yang memang tiba-tiba ada di perut bunda.

inside tubuhku (2)

salah satu ensiklopedi untuk anak koleksi kami, ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM – EBM, jilid “TUBUHKU’, di bab ini membahas tentang proses terjadinya pembuahan.

Yang dilakukan ayah edy adalah membelikan buku-buku yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia. Dari yang paling sederhana, bergambar ilustrasi/gambar kartun, sampai berkembang menjadi buku-buku ensiklopedi, dan bahkan jurnal kedokteran.Sehingga ketika snak-anaknya melihat sebuah gambar yang paling porno sekalipun, otaknya sudah terlatih untuk berfikir tentang fungsi-fungsi Anatomi&organ tubuh manusia, bukan sesuatu yang bersifat erotis.

Lebih lanjut, mrt ayah edy, manusia dilahirkan sebagai anak-anak yang cenderung berotak kanan (salah satu fungsinya adlh ‘imajinasi’). Kaitannya dengan pendidikan sex, jika seorang anak yg tdk pernah mendapatkan pendidikan seks yg benar, maka ketika ia melihat hal porno utk pertama kalinya, reaksi spontan yg muncul adlh imajinasi erotisme, yg kemudian sangat mungkin berkembang menjadi kecanduan.

maqdis-14

MAQDIS (Mukzizat Al-Qur’an & Hadist), jilid ” Mukjizat Penciptaan Manusia ” –
Penciptaan manusia mulai darisaat berproses sebagai embrio hingga menemui ajal. Diungkap dengan sangat detail dan lengkap. Sebagian proses itu bahkan sebelumnya disalah pahami oleh orang barat. Namun berdasarkan penelitian terbaru, semua petunjuk al qur`an dan hadits berkaitan dengan penciptaan manusia, berisi informasi yang benar dan meyakinkan

Karena itulah org tua wajib memberikan pendidikan seks pada anak sedini mungkin, agar anak terlatih utk bereaksi dgn otak kirimya, melihat sesuatu yang porno  tdk akan menimbulkan reaksi erotisme. Inilah yang membedakan seorang ‘playboy’ dengan ‘dokter kandungan’, walau obyek yang dilihat sama tetapi reaksi yang muncul jelas berbeda.

Semua benda elektronik baik aneka gadget, bahkan yang paling sederhana TV sekalipun, diperlukan pendampingan org tua, untuk membangun ‘self protection’ pada anak, karena sudah pasti kita mustahil untuk bersama anak selama 24 jam. Apalagi ketika anak-anak sudah betanjak remaja, mayoritas sebagian besar waktunya ada diluar rumah. Karena itu ketika anak masih relatif kecil& waktunya sebagian besar madih bersama org ruanya, inilah saat yg tepat untuk membangun pertahanan dirinya terhadap pengaruh buruk lingkungan yang akan dihadapinya kelak. Contoh yang paling sederhana adlh mendampungi anak ketika menonton TV, kemudian mendiskusikan acara yang sedang ditonton, tentang baik buruknya.

Di sesu terakhir, ayah edy memberikan beberapa tips ttg menyelamatkan anak dr penyimpangan prilaku di era cyber:

  • - menyalurksm energi hormon remaja ke aktivitas fisik, mis: olah raga, beladiri
  • - memetakan potensi unggul anak sejak dini
  • - membatasi akses yg berpotensi merusak moral
  • - buat aturan & kesepakatan yg jelas/ tertulis sblm membelikan gadget utk anak
  • - jadikan kita sbg sahabat/teman curhat anak.

Baiklah inilah sedikit yg bisa rangkum dari seminar kemaren, semoga bermanfaat.


2 Komentar

Review SD – School Survey Part II (pondok cabe, cirendeu)

Setelah muter2 di 6 sekolah minggu kemaren, pengennya minggu ini  keliling ke minimal 5-6 sekolahan lagi . Tapi ini punggung kerasa udah bongkok bener, jadi yo wes lah, cuma 2 sekolah yg di liat.

 

I. SD – KHARISMA BANGSA, pondok cabe

website : http://kharismabangsa.sch.id

IMG_0980

suasana ruang kelas

  • uang gedung : 32 jt  (sept – des disc 30 %, jan 25 %, feb, 20% dst berkurang 5% tiap bulan sampai kuota terpenuhi, atau sampai max disc 10%).
  • formulir : 1jt
  • activity fee : 3 jt
  • spp : 2.2 jt/bln (jul-apr dibayar dimuka , 22 jt) * tiap th naik 3%
  • uang tahunan : 4.2 jt (uang seragam & uang buku)
  • ==> total uang yg dibayar di awal adalah : uang gedung, formulir, activity fee, spp sethn, seragam & buku (dibayar dicicil sebelum mulai sekolah)
  • catering (pilihan) : 15.000/hari, dibayar per-semester.
IMG_0982

lorong lorong sekolah sangat bersih & nyaman

  • Jam masuk : 7.30 – 14.30 (ekskul & after school activity setelah jm belajar sampai -+ jm 15.30)
  • Kurikulum :
  1. diknas
  2. bahasa pengantar full english
  3. setiap hari setelah jm belajar ada ‘after school activity’ : character building, iqro, performing art (music & theater)
  4. guru lokal & expat (utk math & science)
  5. utk siswa yg berbakat di bid. sains, ada fasilitas kelas tambahan ‘olympiade preparation’, utk diikutkan lomba2 baik tingkat nasional maupun internasional, gratis.
  6. utk siswa yg dianggap agak tertinggal, disediakan kelas remedial setelah jm belajar, gratis.
  7. Ada PR, tdk ada ranking.
  8. suasana kelas, flexible/movable. Meja berkelompok, ataupun menghadap depan.
  • Jumlah Murid : 24 anak/ kelas
  • Jumlah guru : 2 org/ kelas
  • Tdk ada kelas inklusi
  • POMG belum ada
  • Observasi & trial class (dilakukan di excisting class), sebelum pembelian formulir (gratis) : calistung

Personal opinion :

Plus :

Yang paling menonjol dari sekolah ini (dan kayanya memang yg jadi fokusnya), banyaknya prestasi/ lomba2 yg dimenangkan terutama di bidang sains baik tingkat lokal maupun olimpiade internasional. Di aula gedung pertama kali masuk, udh dipajang berderet deret medali & piala. Begitu juga di brosur, lomba2 yg udh dimenangkan banyk bgt. Utk sekolah yg tergolong baru (berdiri th 2006), aneka prestasi spt ini mmg jadi nilai jual yg gak bisa dianggap remeh.

Pilihan ekskul banyak, olah raga, beladiri, seni, teknologi (IT, lego, robotic), komunikasi (jurnalistik, english, movie), religion ( Qiraah, tahsin) science project.

Min :

Sekolah2 berbiaya mahal (puluhan juta & up), biasanya ada di sekolah yng pake kurikulum internasional (cambridge, IB dll), utk sekolah yg full kurikulum nasional baru kali ini saya temui. Sekolah ini sepertinya memang memfokuskan diri di bidang akademis, yg mrt saya bisa jadi gak cocok untuk semua tipe anak. Untuk tipe anak2 yg rajin & ‘indoor’, & mmg berbakat di bidang eksak, sekolah jenis ini pasti cocok, krn bisa memaksimalkan potensinya. Tapi utk tipe anak2 yg gak bisa diam, gak menyukai rutinitas/monoton, & berotak kanan, kayanya kurang cocok.

Fasilitas  lapangan olah raga utk sekolah semahal ini kynya krng memadai, hanya ada lapangan olah raga yg multifungsi &  gak ada kolam renang.

 

II. SD – AL FATH, cirenceu

website : www.alfath.net

IMG_0966

suasana di luar kelas

  • uang pangkal : 14 jt
  • spp : 880rb/ bln
  • uang tahunan : 1.305 jt (uang buku, PTA (parents teacher association), komputer, seragam)
  • sumbangan wajib tahunan : min. 250 rb – max. 2jt.
IMG_0972

beberapa hasil rya siswa yang dipajang di depan kelas

* Bukan SDIT or MI, ini adalah sekolah nasional bernuansa Islami, tdk ada tambahan pelajaran2 agama spesifik  yg ada di sekolah2 Islam spt, tahfiz, tahsin, hapalan qur’an, bahasa arab dll, tapi bisa di dapat di ekskul.

* Utk tambahan pelajaran agama Islam-nya, sifatnya yg umum2/ringan, spt iqro & doa harian.

* Siswa perempuan tidak diwajibkan memakai jilbab.

  • Jam masuk : 7.15 – 14.00 (sore untuk ekskul, sabtu totally libur)
  • Kurikulum :
  1. Diknas, active learning, & muatan lokal Islami (Iqro, tafsir Al – Qur’an, hapalan doa2 harian, juz amma, shalat berjamaah rutin),
  2. tidak memakai banyak buku paket,
  3. tetapi memakai banyak worksheet.
  4. suasana kelas, meja kursi berkelompok + carpet time
  5. tidak ada PR, masih ada ranking.
  6. kelas remedial, utk siswa yg dianggap tertinggal.
  7. Bahasa pengantar : Bilingual, ada english day 2 hari dalam semingu.
  • Jumlah murid : 24 anak / kelas (ada 5 kelas –> mayoritas diisi dari TK Al Fath 4 kls)
  • Jumlah guru : 2 guru/ kelas
  • Ada kelas inklusi utk special needs student.
  • sudah ada pomg, PTA (parents teacher association)
  • Test masuk : calistung
  • Ekskul dibagi 2 :
  1.  Ekskul gratis : macam2 olah raga, nasyid & marawis, science club, arabic, math club, sewing club.
  2. Afternoon class, berbayar  (100rb/bln) : english, music, iqro, robotic, photography, dance, dll.

PERSONAL OPINION :

Plus : 

Untuk uang pangkal yg boleh dibilang ‘menengah’, pilihan kegiatan ekskulnya banyak dari macam2 olah raga, beladiri, kegiatan seni (manga, dance, pop art , batik, photography, musik & theater). Fasilitas lengkap, lapangan olah raga outdoor & indoor, lab sains, komputer, library, ruang musik, ruang multimedia, play ground, kolam renang, masjid. PTA sudah ada.

Min :

Seperti biasa, yang jadi kesan pertama buat saya adalah lingkungannya. Mrt saya sekolahnya tdk terlalu besar,dengan jumlah murid yg banyak, dan macam2 ruangan, jadi kayanya agak susah dijaga kebersihan & kerapihannya secara maksimal. Beberapa bagian bangunan kaya tambal sulam, lay outnya kurang rapi. 

Baiklah .. Insya Allah minggu depan mau muter lagi ke beberapa sekolahan, rencananya mau ke :

  • DIAN DIDAKTIKA, cinere
  • CITTA PERSADA, cinere
  • LAZUARDI GIS, cinere, meruyung.
  • SEKOLAH ALAM INDONESIA, meruyung

 


2 Komentar

Review SD – School Survey Part I (sekitar sawangan, parung, cinangka, pondok cabe )

Postingan perdana setelah sekian luuaaammma terabaikan heheheh ..

Ceritanya si mas tahun depan (2015) udah masuk SD, walao sekarang masih TK A, saya memutuskan untuk survey2 .. mengingat banyak sekolah yang udah mulai buka pendaftaran dari di akhir tahun , bahkan sejak bulan oktober,  dan di awal tahun udah ada bebebrapa yang full kuota. So mumpung sekarang waktu masih banyak, jadi pengen ngumpulin referensi semaximal mungkin.

Setelah 6 sekolah yang saya survey minggu ini, kesimpulan sementara, yang cocok di hati selalu gak cocok di kantong hueheuheh :p

I. SD – Sekolah Alam Islam SOU (School of Universe), Parung – Bogor school of universe

website : http://school-of-universe.com/

  • Uang masuk : 12jt-an
  • SPP : 850rb/bln
  • Uang tahunan : 3jt-an
  • Lunch : boleh bawa sndri or kantin sekolah
  • Per-kelas : max 28 anak (hny tersedia 1kelas)
  • Luas sekolah : 1 ha
  • Fasilitas mobil antar jemput : pihak luar (bkn internal sekolah)

SISTEM BELAJAR :

- jm belajar : 7.30 – 14.00

- kurrikulum diknas terintegrasi,

- suasana kelas : tdk tersedia meja kursi/ lesehan

- mayoritas jm belajar diluar kelas

- outbond di sekolah seminggu 1x

- kegiatan luar sekolah lain : ekskul (olah raga, bela diri, kesenian), summer camp, science fair, beberapa kegiatan lain yg berhubungan dengan camping di alam terbuka (gunung, laut)

- linkungan sekolah rindang, kebersihan cukup baik, pohon2 & tanaman subur rapi & terawat

- byk tersedia tong sampah terpisah (basah, kering)

- byk memanfaatkan brg bekas (recycling sampah)

- POMG blm ada

- penekanan pada kemandirian, kepercayaan diri, kewirausahaan.

- shalat dhuhur, jum’at berjamaah rutin di masjid sekolah

- tdk ada seragam

Prestasi terakhir : terpilih jd salah satu sekolah contoh penerapan kurikulum diknas 2013 (terintegrasi).

* tdk ada ranking & PR

* tdk ada test masuk (tdk hrs bs calistung)

* observasi & trial dilakukan bersamaan dgn murid lama.

Personal opinion :

Informasi yang saya dapat dari petugas yang melayani, sekolah ini menekankan pada leadership skill, kemandirian, kewirausahaan/bisnis, yang dipupuk bahkan sejak tingkat TK. Melalui kegiatan outbond rutin, & camping baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Amaze juga sih ngeliat anak-anak yang masih TK A, udah berani banget naik2, gelantungan di pohon2 tinggi waktu kegiatan outbond. Saya sendiri percaya, kalu kegiatan semacam ini salah satu cara yang efektif untuk mengasah leadership skill, keberanian, & kepercayaan diri, hal-hal yg diperlukan buat seorang wirausahawan. Ngiler sebenernya sama sekolah ini, tapi yang masih jadi kekawatiran adalah masalah, potensi akademisnya yang bisa jadi kurang terasah. Kalau gak salah memang sekolah2 alam kurang percaya sama sistem/kurikulum yang dibuat diknas selama ini, yang banyak jadi perbincangan & pro kontra soal mengkerdil kan potensi life skill anak. Tapi biar bagaimanapun saya tetep berkeinginan, potensi akademisnya tidak dipinggirkan sama sekali. Pengen nilai2 diatas kertas bagus, sekaligus life skillnya terasah.

II.  SD – Sekolah Madania, Parung – Bogormadania

website : http://madania.net/

  • Uang masuk : 45 jt
  • SPP : 2,2jt/ bln
  • Uang tahunan : tdk ada
  • Lunch : di kantin sekolah (17.500/porsi)
  • Per-kelas : max 24 anak (tersedia 3 kelas)
  • Seragam : 2 macam (formal & olah raga 155rb/stel)
  • Luas sekolah : 4 ha
  • Fasilitas mobil jemputan : internal sekolah.

SISTEM BELAJAR :

- jm belajar : 7.30 – 14.00

- kurikulum diknas & IB (international baccalaureate), SMP, SMA (cambridge)

- suasana kelas sd, mirip tk (meja kursi melingkar/kelompok, & carpet time)

- bahasa pengantar mayoritas inggris

- ekskul olah raga banyak

- fasilitas lap. olah raga milik sndiri (soccer, futsal, baseball, basket, badminton, renang dll)

- ada pelajaran music art theater (bkn ekskul)

- penjurusan musik mulai kls 3, piano, biola, gitar

- lingkungan sekolah super bersih

- POMG blm ada

- shalat dhuhur berjamaah rutin di aula sekolah (mushala/ masjid tdk tersedia)

- pelajaran agama 4jm seminggu

- perpustakaan utk msng2 jenjang (sd, smp, sma sndiri2 tdk campur)

  • * tdk ada ranking & pr
  • * tdk ada test masuk calistung
  • * observasi & trial dilakukan pd hari sabtu khusus calon murid baru (tdk campur sm murid lama) * tersedia beasiswa 50 – 100% free uang masuk dr hsl observasi (yg dinilai potensi akademis, kesiapan anak, kedewasaan, kemandirian). –> jatah beasiswa hny 1 org msng2 jenjang.

Personal opinion :

Lingkungannya mantep, super bersih, kinclong, terang, seger :D.. luar dalam rapi terawat. Soal fasilitas & pelayanan, gak usah ditanya deh, lengkap kap .. baik dari fasilitas yg berhubungan sama kegiatan akademis, kaya macam2 lab, komputer, library sampai yg berhubungan sama hobi, kya macam2 lapangan olah raga , fasilitas bermusik .. kalau yang gak masalah sama faktor ‘U’, ini adalah pilihan yang cukup ideal.

Tapi seperti sekolah2 elit pada umunya, yang jadi kekawatiran adalah, anak-anak jadi eksklusif & sangat mungkin terjebak sama gaya hidup borjuis :( .. soal pamer2an harta ortu, gank2an, sampe kasus bullying :( ..

Kalao baca2 beberapa forum, ada beberapa cerita yang mrt saya sangat mengerikan, gak di sebut nama sekolahnya sih .. hanya disebut kalu terjadi di salah satu sekolah Islam terkenal di Jakarta. Jadi disana anak2 sd kls 4 aja udah ngerti banget sama tas2 branded, bahkan ada gank anak2 yg punya mobil mewah dgn merk yg sama, mungkin gank alphard or lamborgini, hadweehh *ngelaph keringet

Harusnya meskipun berasal dari kalangan berada, sekolah bisa mendidik anak menjadi pribadi yang berwawasan global tapi dibarengi dengan pendidikan karakter yang humble & down to earth. Apalagi untuk sekolah2 yang berbasis agama, kalau cerita2 diatas bener2 terjadi .. sangat ironis bukan .. segala fasilitas yang ‘super’ itu, ternyata gak bisa memotivasi anak untuk punya prestasi yg ‘super’ pula, malah pusing mikirin persaingan yg ridicilous itu ..

III. SD – SDIT AZZAHRA, Pondok Petir – Serua.

website : not available

Uang pangkal : 10.900.000

Spp : 400.000

Uang tahunan : 1,5 jt

  • - tersedia antar jemput internal
  • - catering (di brosur ada, lupa ga nanya lagi)
  • - per-kls : 25 anak (tersedia 3kls)
  • - guru : kls 1-2 pake 2 guru, kls 3 dst 1guru.

Sistem belajar :

  • - jm masuk : 7.15 – 14.00 (kls 1-3) Kls 4 dst, plg jm 15.00
  • - hari sekolah : senin – jum’at, sabtu utk ekskul.
  • - kurikulum diknas & lokal (muatan agama, mis : hapalan qur’an, bahsa arab dll setiap hari)
  • - suasana kelas : AC, meja kursi kayu standard yg di tata melingkar (ky org meeting).
  • - ekskul : kesenian tradisional, musik (drumband, keyboard) olah raga, beladiri.
  • - shalat dhuhur & jum’at berjamaah rutin

* test masuk calistung, iqro 1 & psikotest.
* lupa nanya :ranking & PR, penanganan bullying, anak special needs, sex edu, parenting seminar, POMG

Personal opinion :

  • - lingk sekolah : 1st impression, very dusty, messy, unorganized, & not comfy at all.
  • - waktu datang, sm satpam di cegatin guru yg lagi lewat, & nanya2nya sm guru itu di jalanan (gak dibawa msk ke kantor or ruangan khusus), jadi kesannya gak profesional yah.
  • - di dkt gerbang sekolah ada warung2 kecil jajanan tempat nongkrong anak2 smp.
  • entah kenapa sekolah ini termasuk salah satu sekolah favorit, kalo dari beberapa cerita, mungkin memang punya prestasi.. tapi kalo ngeliat lingkungannya yg *maap, kotor & berantakan, saya yg pecinta kebersihan & kerapihan ya jelas langsung ilfil :( .. padahal mrt saya harganya gak murah2 amat, dibandingin sama SOU yg hrganya hampir sama  (sekolah alam, dan logikanya potensi untuk sering kotor lebih mudah), jauh banget tingkat kebersihan & kerapihannya .. bisa jadi dialokasikan untuk gaji guru sih, tp sehrsnya lingkungan juga jgn bener2 terabaikan bngt.

IV. MI (madrasah ibtidaiyah) – MUMTAZA ISLAMIC SCHOOL, Lereng, Pondok cabe1782024_10203293278599379_1846127045_nmumtaza

website : http://mumtaza.sch.id/

  • • Uang pangkal : 23.5jt
  • • Spp : 1 jt
  • • Uang tahunan : 3.5jt
  • • Ada mobil antar jemput internal

Sistem belajar :

  • • Jam masuk : 7.30 – 14.00
  • • Ekstrakurikuler sebagian ada di hari sabtu.
  • • Kurikulum :

Diknas, Cambridge, Tahfiz

guru expat 1x/minggu (sains, English)

bahasa pengantar mayoritas inggris, kecuali Islamic studies, olah raga

moving class

  • • Jumlah murid : 24 anak (tersedia 3 kelas)
  • • Jumlah guru : 2 guru/ kelas
  • • PR : ada
  • • Ranking : tidak ada
  • • Tes masuk : calistung, psikotest, mewarnai, bhs inggris.

Personal opinion :

Min :

Brosur & website lebih bagus dari aslinya. Beberapa bagian sekolah masih dalam proses pembangunan, jadi agak mengganggu pemandangan. Waktu diatanya asal guru expatnya, petugas yg melayani tidak tau.  Waktu ditanya soal bullying juga kurang pede jawabnya :(. Kerapihan masih kalah sama madania. Pomg blum ada, Semianr2 parenting or pendidikan blm pernah ada

Plus :

Setiap kelas ada in focus. Hasil karya siswa banyak dipajang di dalam kelas, dinding luar & jendela. Bentuk meja & kursi model modern/baru. Punya kolam renang sendiri. Gedungnya luas, ada macam2 ruangan selain lab & perpus, mis : art room, music room, computer room.

V. SD – DHARMA KARYA, Modernhill – Pondok cabe1958370_10203293256558828_1398079964_ndharma karya

website : http://www.sddharmakarya.com/

sekolah ini milik Universitas Terbuka.

  • • Uang pangkal : 10 jt
  • • Spp : 400rb
  • • Uang tahunan : tdk ada (ada field triep setahun sekali, biaya tergantung lokasi)
  • • Ada mobil antar jemput eksternal

Sistem belajar :

  • • Jam masuk :

KLS 1 & 2 : 7.30 – 12.00, JUM’AT JM 10.10

KLS 3 dst : 7.30 – 14.10, JUM’At jm 14.30

  • • Kurikulum :

diknas, lokal (pengembangan dari tim Univ. terbuka)

Ada Kelas bilingual, mulai kls 4,5,6 (spp berbeda, yg bisa masuk ada tes)

Untuk muslim, mulai kelas 3 ada shalat dhuhur berjamaah, shalat dhuha bergantian, & shalat jum’at utk laki2 & latihan khutbah. Dan utk anak perempuan, kls khusus keputrian (prakarya & kesehatan kewanitaan)

  • • Jumlah murid : 30anak/ kelas
  • • Jumlah guru : 1 orang
  • • PR : ada
  • • Ranking : tidak ada
  • • Test masuk : calistung

Personal opinion :

Plus :

Lingk sekolah cukup bersih, tanaman2 hias rapi & terawat. Banyak di pasang slogan2 yang ‘membangun’. Mushola bagus & bersih. Ekskulnya banyak, selain ekskul2 yg umum ky olah raga & kesenian, ada yg gak umum, kaya bhs perancis, robotic & catur.

Min :

PR kayanya masih diandalin. Suasana kelas, standard SD negeri, sistem satu arah (meja bangku mengahdap depan/papan tulis). Suasana, lingkungan, sistem belajar kayanya masih standard lama, blm mengadopsi sistem2 baru kaya active learning, student centered, montesori. Guru kelas hanya 1 orang.  Pomg, seminar parenting blm pernah ada.

VI. SD – SEKOLAH HARAPAN BANGSA, MOdernhill – Pondok cabe.1795478_10203293287399599_1340039415_nshb

website : http://shb.sch.id/

  • • Uang pangkal : 26jt
  • • Spp : 1.850
  • • Uang tahunan : 6jt
  • • Lunch : boleh bawa sendiri/catering sekolah (14.000)

Sistem belajar :

  • • Jam masuk : 7.15 -14.05 (ekskul setelah jm sekolah/sore)
  • • Kurikulum :

nasional, Cambridge 
mandarin & English tiap hari bahsa pengantar full English 
guru expat dari US & aussi (utk math, science, english) guru expat dr china (utk mandarin) 
moving class
untuk muslim ada shalat jum’at bersama di masjid dekat sekolah (bkn milik sekolah) 
kelas 1 & 2, toilet ada di dalam kelas

  • • Jumlah murid : 24 anak
  • • Jumlah guru : 2 org/kelas
  • • PR : ada (tdk sering, kalau tdk ada ujian/tes)
  • • Ranking : tidak ada
  • • POMG sudah terbentuk : PTA (parents teacher association), meeting setiap 2x/bln
  • • Test masuk : tidak ada
  • • Ada observasi & trial khusus untuk calon murid baru

Personal opinion :

Min :

Gedung sekolah ternyata tidak terlalu luas. Preschool, tk, sd, di lokasi yg sama, kalo anaknya sekolah disitu terus takutnya bosan. Kerapihan masih kalah sama madania. Waktu jam istirahat, sangat crowded krn lokasi yg tdk terlalu luas. Beberapa kelas, kayanya relative lebih kecil disbanding standard kelas umunya. Kantinnya ‘sederhana’ , utk ukuran sekolah yg mahal.

Plus :

Petugas yg melayani ramah, informative, detail, jelas & professional. Multi cultural environment, dari multi religion sampai multi etnics & bangsa, jadi toleransi lebih terasah, & dpt pengalaman beradaptasi dgn karakter yg lbh beragam. Guru expat jelas, Tiap hari ada English lesson Pomg. sudah ada, & mrt informasi jadi bagian yg penting dlm menyusun kebijakan sekolah.


Tinggalkan komentar >

abie & akung in front of polda’s helicopter :D

Ini cerita tentang ‘seru’nya.. berurusan dengan kantor administrasi polisi alias samsat and the gank. Ceritanya sih udah lumayan lama, tapi sangking seru nya, adrenalinnya masih brasa hingga kini.

Beberapa bulan yang lalu saya mengurus mutasi mobil yang masih berplat nomor Surabaya untuk dipindah jadi nopol depok, domisili saya sekarang. Sebenernya udah banyak yang advise, kalo gak usah merepotkan diri ngurus sendiri mending pake biro jasa (or bhs enggressnya, calo :p). Tapi bapak saya kepengen bantuin nyoba ngurus sendiri, karna ngerasa punya banyak waktu sebagai pensiunan. Dan krn saya sendiri juga pengangguran, jd saya juga setuju saja.

Waktu lagi kesel keselnya saya (waktu tanduk, ekor, asep kluar semua J) kepengen langsung menumpahkan segala serapah dengan blogging, tapi kalo kata orang cakep kalo lagi marah jangan ngapa-ngapain dulu, kudu cooling down biar pikiran lebih jernih, jadi reaksi yg kluar juga harapannya lebih fair. Lagian saya takut juga sih kalo bisa salah salah kata and berakhir kaya our dearest mrs PM (yg berseteru dgn martabak internasional tea :p). Trus karna waktu itu saya juga udah menumpahkan omelan di pesbuk, so saya memilih gak curhatin dulu.

ngambek nungguin bunda

Baiklah begini alkisah nya, total saya mondar mandir ke samsat & polda adalah sebanyak …. 10 kali… yak benar sodara, 10 kali tepat.. seru kaaaaan !!  mungkin gak usah saya critain detail banget ya, pokoknya emang urusannya ribet deh, berkas berkas segala rupa, lembar lembar fotokopian yg masing masing berkas beda beda jumlahnya & hrs ngingetin satu satu, ini buat yg mana itu buat siapa dst, berkas A hrs diurus dimana, yg B dimana, trus disah in lagi dimana hedewwhh .. dari cerita yg puanjangnya ber season season ini, mau share some episode yg memorable, krn kesel kesel konyol heheh

Critanya setelah ke samsat saya dirujuk ke polda untuk minta semacam pengesahan or surat pengantar, setelah nyampe disana & di info hrs ke lt.4. saya nyerahin map ke loket yg ditunjuk, bpk petugas terlihat sangat sibuk berat, dgn telpon di kuping kiri & handsfree di kuping kanan. Karna di ksh isyarat buat tunggu, saya stay still di depan loket nunggu si bpk selese sama 2 telponnya.

Bapak : .. apa mbak?

Saya  : ini pak saya mau..

B : (nutup salah satu telponnya pake tangan) .. saya lg ngomong ditelpon, tunggu ya.

S : oo kirain sm saya

B : udah bikin ini itu gak mbak .. mbak .. mbaaaakkk

S : haa .. sayaa?

B : ya iya dong kan yg di depan saya, mbak nya.

S : *dalam hati .. yeee

gimana sih, mana gw tau wong itu 2 telpon masih nempel ditlinga. Udah pak, saya disuruh kesini sama samsat bla bla bla ..

B : oo.. tunggu yaaa… Jadi gini mbak blab la ..

S : ha? Gimana pak saya gak ngerti.

B : saya gak ngomong sm mbak nya, lagi nelpon.

delosoran

Haduuuhhhw, bener2 eror deh ni bapak .. jadi dia tuh lagi nelpon or gak, sama sama ngeliatnya ke saya, llah mana gw ngertiii.. kapan dia ngomong ma telpon kapan dia ngomong sm saya.

Setelah acara ‘bingung bersama bapak’ yg gak penting ini, saya disuruh ke lt.5 buat cek (apaa gitu, lupa tepatnya) di computer, ketemu sama seorang bapak berwajah ngantuk, beliaunya Cuma ngetik nopol mobil trus ngasih paraf disecarik kertas, & saya disuruh balih lagi ke ‘bapak bingung’ yg tadi. Bhuaaahahaha bikin ketawa guling guling dah, kenapaaaa gak dikerjain sm bpk bingung aja sih, wong cuman ngetik nopol doang grrrhhh, enak bener ya kerjaan si bapak ngantuk ini … pengen banget deh nanyain kpn doi pensiun, gw siap menggantikan hehehehh..

Cerita lain yg masih bersetting kantor polisi juga, tapi yg ini bukan di samsat tapi waktu ngurus SIM. Karna udah kapok dgn samsat experience tadi saya milih ngurus pake calo aja, jadi waktu itu tinggal dating untuk ujian tulis & antri foto.  Nah, crita serunya pas diantri foto.

Diantrian nomor nomor awal kayae baik baik aja .. udah mulai gelisah setelah satu jam berlalu, and mendekati 2 jam .. kok gak ada panggilan lagi sih .. sementara orang semakin crowded, udah duduk, berdiri, jalan jalan, ditinggal makan indomi, beli pulsa, ngobrol kiri kanan, kembali ke duduk, berdiri .. dst.. mulai curiga setelah ngeliat ada beberapa orang yg dateng blakangan, kok udah udah pulang krn dah foto & dpt SIM. Mulai ikutan orang utk berjejalan di pintu masuk ruangan foto, makin maju .. makin maju .. akhirnya masuklah saya ke ruangan foto. Sampe sini masih gak tau juga duduk perkaranya gimana. Dan setelah saya berada diduekeett petugas computer, barulah saya fahammm :).

Ternyata, percuma mau nungguin sampe kering juga gak bakalan dipanggil lagi. Karna orang orang ternyata berinisiatif untuk langsung duduk didepan petugas foto, & si petugas jg ok ok aja. Jadi intinya siapa yang duduk (di kursi foto), dia yang di foto :). Halllaaahh coba kalo dari tadi saya ikutan gak tertib, gak terbuang waktu saya yg sangat berharga ini Cuma buat beli indomi :p.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.